10 Perangkap Setan Di Tempat Kerja Yang Perlu Kita Waspadai

Beberapa hari lalu, saya menerima sebuah email dari Productive Muslim Company yang saya ikuti (subscribe) tentang artikel yang baru saja mereka publikasikan.


Artikel itu berjudul How Satan Impacts Workplace Productivity. Di artikel itu, penulis memaparkan tentang 10 cara setan dalam memengaruhi produktivitas kita sebagai seorang Muslim di tempat kerja, beserta cara menanggulanginya sesuai Qur'an dan Sunnah.

Namun kali ini, saya mau berbagi tentang poin pertamanya dulu, yaitu tentang trik-trik setan dalam menjerumuskan kita (seringkali tanpa kita sadari) ke dalam jebakannya, menumbuhkan emosi-emosi negatif yang tidak hanya memengaruhi kinerja kita, tapi bila tidak hati-hati, juga akan memengaruhi kita secara pribadi.

Jadi, apa saja ya perangkap-perangkap yang setan sudah siapkan untuk kita di tempat kerja kita?

10 Perangkap Setan Di Tempat Kerja

1. Perasaan Insecure
Pernah nggak merasa atau ketemu sama orang yang, pelit banget buat berbagi ilmu/pengalaman atau ngajari kita, gara-gara, takut akan 'mengancam' posisinya di kantor?

Iya, saya tahu kamu nggak seperti ini. Yang kaya gini itu sebelahmu kan.

Tanpa disadari, orang di sebelahmu itu, yang memiliki pikiran/perasaan insecure seperti ini tuh, merugikan dirinya sendiri. Karena akan menghambat perkembangannya secara profesional maupun personal, mematikan kreativitasnya, dan menyulitkannya untuk bekerja secara efektif dengan orang lain. 

Dan, semua itu karena perasaan insecure yang membuatnya takut kehilangan alih-alih mencoba mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan atau pun peluang yang bisa ia dapatkan, karena ia terlalu sibuk khawatir pada kehilangan.

2. Perasaan Takut

Sebagai seorang profesional, kita kadang-kadang akan dihadapkan pada situasi dan kondisi tidak biasa yang menuntut kita untuk mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.

Pernah kah kamu, berada dalam kondisi seperti ini dan merasa ketakutan setengah mati, sampai-sampai membuatmu tak berkutik. Takut mengambil keputusan yang salah, karena berpikir, "Ah saya ini mah apa".

Atau ketika kamu berbeda pendapat dengan atasanmu, lalu seketika itu pula kamu merasa takut 'melawan' sekalipun kamu tahu di dalam hati, keputusan itu salah. Namun pikiran-pikiran, "Ah saya ini mah apa" begitu kuat tertanam di benakmu, sehingga kamu memilih untuk bungkam dan 'main aman' dengan nurut saja.

Ini juga adalah salah satu perangkap yang telah setan siapkan untukmu.

3. Malas & Suka Nunda

Kenal orang yang seperti ini? Eh tunggu, jangan buru-buru tengok kanan kiri...siapa tahu, orang yang kamu cari-cari itu, sebenarnya adalah kamu sendiri. Tapi, semoga bukan ya.

Saat kita tengah mengerjakan sebuah tugas penting yang menentukan nasib kita, departemen kita atau perusahaan kita, ada kalanya rasa malas itu muncul. Entah karena merasa kesulitan dengan tugas yang kita terima, atau kitanya yang teralihkan dengan hal lain.

Akhirnya, kita menunda menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan justifikasi, "Tar ajah, lagi nggak bisa mikir." Sebenarnya penundaan adalah aktualisasi dari rasa malas tersebut. 

Kita sama-sama tahu betapa lihainya setan menggoda kita untuk malas dan menunda mengerjakan sholat ketika waktu sholat tiba. Karenanya, bukan hal sulit bagi setan untuk meniupkan angin kemalasan yang membuat kita menunda menyelesaikan tugas yang harusnya kita selesaikan.

Tahukah kamu, rasa malas dan suka menunda-nunda ini merupakan cara setan meyakinkan kita bahwa waktu kita masih panjang, sehingga lupa kalau suatu hari nanti kita semua akan dibangkitkan untuk ditanyai, cara kita menggunakan waktu semasa di dunia.

4. Godaan Seksual

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
(Tidaklah sekali-kali seorang lelaki berkhalwat dengan seorang wanita, melainkan yang ketiganya adalah setan)
Salah satu trik lawas yang dilancarkan setan adalah dengan memunculkan distraksi seksual saat kita berurusan dengan rekan kerja lawan jenis. Entah berupa pikiran-pikiran sesaat, guyonan dan candaan yang 'menjurus', hingga munculnya kasus-kasus perselingkuhan dengan rekan kerja maupun pelecehan seksual.

Frekuensi yang intens ini yang perlu kita sadar dan waspadai sebagai seorang muslim. Karena bukan tidak mungkin, saat hal-hal buruk menimpa, hingga melemahkan iman kita, kita pun akan dengan mudah terpeleset ke dalam jebakan yang satu ini.

5. Permusuhan Di Tempat Kerja

Siapa sih yang bisa tahan untuk tidak terpengaruh oleh lingkungan kerja toxic, politik-politik kantor bertebaran di mana-mana dan api permusuhan menyala-nyala?

Bila kita tidak benar-benar mawas diri, menjaga diri sebaik-baiknya, bukan tidak mungkin setan akan dengan mudah memengaruhi kita untuk salah menilai orang lain hanya, karena kita tidak suka orang itu (padahal penilaian kita belum tentu benar).

Apa yang terjadi jika situasi ini terus terjadi tak terkendali? Sederhana, kita jadi sulit bekerja sama dengan orang lain secara efektif. Karena di benak kita sudah tertanam mindset bahwa orang itu buruk.

6. Sombong & Dengki

Sombong adalah sifat utama setan. Ingat ketika setan menolak untuk tunduk kepada Nabi Adam A.S seperti diperintahkan Allah SWT? Kala itu, setan menolak karena ia merasa bahwa ia lebih baik dari Nabi Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan setan tercipta dari api.

Karena kesombongannya inilah, setan pun diusir dari surga dan sejak saat itu kedengkian terhadap Nabi Adam A.S dan keturunannya pun lestari hingga anak cucu setan.

Di tempat kerja, mungkin kamu pernah menjumpai orang yang begitu sombongnya (katanya sih, harga diri tinggi) sampai-sampai ogah mengakui kesalahannya. Dengan 1001 cara memutarbalikkan fakta sehingga membuat kesalahan itu adalah ulah pihak lain.

Kesombongan yang pada akhirnya akan memicu munculnya perasaan dengki ketika orang lain mendapatkan sesuatu yang, menurutnya lebih pantas ia terima.

Pada awalnya, kesombongan dan kedengkian ini mungkin hanya akan memengaruhi mood seseorang di tempat kerja. Akan tetapi, bila terus menerus dibiarkan, bukan tak mungkin akan menggerakkan mereka melakukan hal ekstrim seperti melakukan sabotase terhadap pekerjaan orang lain.

7. Distraksi & Kelalaian

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S 51:56)
Apa sih tujuan kamu dan saya ini ada? Untuk beribadah kepada Allah SWT bukan? Namun, saat memasuki tempat kerja, kaya-kayanya kita tuh masuk ke dimensi lain dan pada akhirnya, lupa apa tujuan hidup kita.

Coba kalau bukan karena Dhuhur dan Ashar, mungkin kita udah benar-benar lupa sama Allah SWT (bahkan kadang-kadang kalau udah lagi sibuk-sibuknya, Dhuhur dan Ashar-nya pun juga ikutan dilupain).

8. Marah

Jika memang diperlukan, sah-sah aja kalau mau marah. Misalnya, kita melihat sebuah pelanggaran terhadap sebuah kesepakatan, peraturan, regulasi maupun moral. Insya Allah, marah untuk menunjukkan ketegasan itu nggak masalah.

Yang masalah adalah ketika marahnya itu nggak aturan. Marah atas hal-hal remeh dan nggak penting, yang bukan saja mengganggu, tapi juga bisa merugikan diri sendiri untuk jangka panjang.

9. Mubazir

"Udah nggak apa-apa, kan perusahaan yang bayar." Kalimat ini dahulu sering saya dengar saat rekan kerja yang dengan cerobohnya melakukan kesalahan sehingga harus mengulang sebuah proses pekerjaan yang tentu saja, membutuhkan alat dan material tambahan.

Salah itu manusiawi, demikian pula dengan belajar dari kesalahan bukan?

Kadang-kadang sepele ya, tapi kalau kita terus lakukan, tanpa sadar kita telah mengizinkan setan untuk memenangi pertempuran ini. Menyalakan keran air berlebihan saat wudlu, tidak mematikan komputer saat pulang kerja, ngeprint salah-salah mulu, tidak mematikan lampu ruangan saat tidak digunakan, dan banyak lagi.

Saya ingat sebuah khotbah Jumat, tentang Sayidinna Umar Bin Khatab didatangi anaknya di tempat kerjanya untuk mendiskusikan hal pribadi. Mengetahui hal itu, Umar pun mematikan lampu ruangan, karena menganggap lampu itu dibiayai negara untuk kepentingan negara.

Kadang-kadang kita suka lupa kalau melakukan hal-hal mubazir seperti ini adalah tanda kita telah masuk ke dalam jebakan setan.

10. Serba Sibuk

Di dunia kerja, kecepatan dan efisiensi seolah menjadi sebuah reward tersendiri sehingga kita pun terpacu dan merasa terhormat kalau terlihat sibuk dan serba cepet-cepetan. Segalanya penuh dengan urgensi sehingga kita sering hilang arah dan bingung, sebenarnya mana yang benar-benar penting dan mendesak.

Hal yang seperti ini merupakan hal favorit setan, melihat kita serba tergesa-gesa sehingga lupa akan Allah SWT.

Sumber : Productive Muslim Company

Kesimpulan

Kalau kita perhatikan, ternyata yang namanya tempat kerja itu bukan tempat suci yang nggak mungkin dijauhi setan hanya karena orang-orang di dalamnya adalah orang-orang profesional. Bahkan setan selalu ada untuk membisikkan dan memengaruhi kita untuk mengikutinya melalui hal-hal kecil dan sepele, sehingga kita tidak sadari bahwa kita sedang mengikuti jalan setan.

Sebenarnya, pengaruh setan itu tergantung dari seberapa banyak sih kita ngasih dia makan dengan cara terus mendengarkannya dan abai dengan Quran dan Sunnah yang menjadi tuntunan kita.

Akhir kata, semoga kamu dan saya beserta rekan-rekan kerja kita semuanya dilindungi dan dijauhkan dari godaan setan di tempat kerja. 

Oh ya, kalau kamu punya informasi tambahan atau koreksi terhadap tulisan ini, tolong sampaikan ke saya ya. Bisa melalui kolom komentar maupun jalur pribadi.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

2 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Dapat disimpulkan ya Mas Prim kalau setan bukan masalah tempat suci atau tidak . Tapi masalah kesiapan hati seseorang, Orang ikhlas yang nggak mampu di goda setan, kerja iklash nggak berduaaan sama lain jenis iklas nggak nggosipin temen iklhas, hehehe.

    Oh iya Mas Prim, saya kok seperti nggak asing dengan mas Prim ya. Apa pernah tinggal di Jombang ya, atau hanya mirip aja

    ReplyDelete
  2. Ini hampir semuanya sudah pernah kutemui di pekerjaan ya.

    Paling sedih kalo lagi inget nomor 7 mas. Kalo lagi semangat ngejar deadline atau banyak banget kerjaan, sampe gainget lagi kapan waktunya shalat atau ibadah. Akhirnya baru inget shalat Ashar pas udah mau jam 5, parah sekali.

    Akhirnya kucoba perbanyak alarm waktu shalat biar ga miss lagi.

    ReplyDelete
Previous Post Next Post