Cara Menjadi Bloger Yang Produktif

Setelah blunder memberanikan diri  menulis statement bahwa blogging is more than just writing di area profil penulis, saya mulai mencoba untuk walk the talk, yang artinya, blogging nggak sekedar nulis, publish, finish. Namun, lebih dari itu.

Unsplash

Beberapa waktu lalu, saya kok ya qodarullah mendarat di sebuah blog tentang produktivitas. Sebenarnya, bahasan di blog ini tuh banyak banget. Cuma waktu itu, iseng saya search kara kunci : blog.

Dan ada satu tulisan yang cukup ngena buat saya tentang tips ngeblog, yang kemudian berlanjut dengan si penulis mengajak para pembaca (bloger) merenungkan ulang makna blogging melalui 6 pertanyaan yang akan saya share di sini.

Dalam tulisan ini, saya akan mencoba menjawab keenam pertanyaan itu ala saya. Namun, kamu juga boleh ikutan menjawab dan share jawabanmu di kolom komentar.

Pertanyaan Pertama : Apa Target Ngeblogmu (Jangka Pendek & Panjang)?

Hmm, awalnya sih saya ngeblog sekedar untuk senang-senang saja mengisi waktu luang yang seiring berjalannya waktu, waktu luang itu menjadi waktu yang diluangkan.

Itu awalnya. Semakin ke sini, seiring dengan ketemu beberapa orang blogers melalui media sosial (Facebook, Instagram maupun WA Group), dan membaca beberapa artikel di jagat maya, saya melihat bahwa ngeblog itu bisa menjadi lebih dari sekedar senang-senang di waktu luang.

Banyak hal yang bisa diperoleh melalui media blog. Baik materi maupun non materi. Bahkan, blog bisa menjadi ladang pahala dan sarana untuk mendekatkan diri kepada sang Rabb, jika dilakukan dengan benar.

Jadi, perspektif saya tentang blog pun sekarang mulai bergeser. Ditambah dengan kepergian kakak di bulan Juni lalu, saya kini melihat blog sebagai sebuah tabungan jariyah. 

Melalui blog, saya ingin berbagi informasi dan inspirasi yang bermanfaat bagi para pengunjung blog ini. Harapannya, selain para pengunjung blog ini merasa mendapat manfaat, juga agar hal tersebut menjadi amal jariyah saya yang, Insya Allah menjadi bekal saya menjalani kehidupan setelah kehidupan dunia.

Jadi jangka pendeknya, menebar kebaikan, sedangkan untuk jangka panjangnya adalah mempersiapkan bekal menjalani kehidupan di alam berikutnya.

Pertanyaan Kedua : Siapa Target Pengunjungmu?

Saya menulis dalam konteks dari sahabat untuk sahabat. Saya harap siapa pun bisa singgah ke blog ini, mendapatkan manfaat dari kunjungan mereka. Namun, saya pribadi menargetkan tulisan ini untuk sahabat sesama bloger dari seluruh nusantara (baik yang tinggal di dalam negeri, maupun luar negeri).

Kenapa memilih bloger sebagai target pengunjung? Sederhananya, sinyalnya relatif sama karena sama-sama memiliki passion yang sama dalam dunia literasi.

Pertanyaan Ketiga  : Apa Yang Kamu Harap Didapat Oleh Pengunjungmu Dari Blog Ini?

Informasi dan inspirasi untuk mencoba hal baru dan menjadi pribadi yang lebih baik. Iya, sepertinya sih itu aja yang saya harapkan pengunjung blog ini dapatkan dari kunjungannya.

Pertanyaan Keempat : Prospek Seperti Apa Yang Kamu Mau Dari Blog Ini Di Dunia Perblogan

Saya ingin melihat blog ini dikenal sebagai blog dengan konten-konten yang bermanfaat bagi para pengunjung blog, mulai tips, tutorial hingga esai-esai berdasarkan opini pribadi. Blog yang kaya dengan konten bermutu yang dikemas dengan sederhana sehingga mudah dipahami.

Pertanyaan Kelima : Investasi Apa Yang Kamu Mau Berikan (i.e. waktu, riset, kolaborasi, kerja keras dan doa)?

Agar bisa menghadirkan konten-konten bermutu secara berkesinambungan, mengingat dengan aktivitas saya di luar ngeblog, saya rasa 2-3 konten per minggu itu sudah banyak. 

Bukan konten yang dibuat kurang hati-hati dan berkualitas rendah (nggak informatif, nggak inspiratif, nggak edukatif dan nggak bisa dibaca karena terlalu banyak istilah-istilah ruwet). Melainkan, konten yang benar-benar saya upayakan kualitasnya.

Bismillah, supaya hal itu tercapai, rencana saya adalah:
  1. Menentukan jadwal posting (Senin, Rabu, Kamis);
  2. Menentukan jadwal menulis & publish;
  3. Menggunakan editorial list;
  4. Memastikan dan menyiapkan segala kebutuhan dalam menulis;
  5. Rajin blogwalking minimal ke 2 blog/hari.

Pertanyaan Keenam : Bagaimana Caranya Supaya Tetap Termotivasi Mencapai Target Blog Itu?

Jujur untuk pertanyaan ini, saya nggak punya jawabannya. Beberapa hal yang saya lakukan saat ini adalah aktif di beberapa komunitas blog. Kamu punya cara lain?

Kesimpulan

Itulah 6 pertanyaan yang kita sebagai bloger (lama maupun baru) perlu kita tanyakan ke diri kita masing-masing. Siapa tahu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kita jadi bisa esensi ngeblog buat kita.

Mau coba ikutan jawab? Share atuh kak di kolo komentar.

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

21 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Untuk pertanyyan keenam, agar tetap termotivasi dalam ngeblog, saya ikut beberapa komunitas blogger agar bisa bertemu dengan teman-teman sesama blogger untuk saling menguatkan, berbagi ilmu, dan saling memotivasi, dan itu Alhamdulillah manjur buat saya, mas prim

    ReplyDelete
    Replies
    1. So far itu juga yang saya lakukan mas, ya walaupun kadang manjur, kadang nggak juga sih.

      Delete
  2. Waah terima kasih banyak mas, jadi bahan renungan buat saya yang masih nulis, publish, finish karena ngeblog tak sesederhana itu, dan untuk jawab pertanyaan-pertanyaan diatas sepertinya ga bisa dijawab sekarang kudu merenung dulu, tapi udah dapet alasan kenapa harus ngeblog dari postingan ini hehe,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh tapi jangan kelamaan merenungnya ya mbak. Tar dicariin pembaca setianya lho 😁

      Delete
  3. Awal ngeblog saya juga hanya ingin menulis saja, tapi lama2 karena ikut komunitas, akhirnya tujuan ngeblog jadi banyak. Seperti punya buku solo, dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah, semoga blognya ramai pengunjung dan menebar manfaat ke sesama ya mbak.

      Delete
  4. Tujuan saya ngeblog?
    Duit wakakakakakaaka
    Kaboooorrrrr ������

    Kalau saya nggak pernah terlalu memikirkan tujuan dan segala macamnya sih Mas.

    Mungkin karena saya udah punya 1 modal besar, yaitu ya saya suka dunia internet.

    Nulis di internet.

    Jadinya ga perlu alasan ini itu, ketentuan ini itu, dalam ngeblog.

    Dalam menulis pun ya ngalir aja.
    Nggak pernah merasa terbebani dengan pengaturan tata cara menulis dll itu��

    Mungkin karena saya pengen bangun branding kali ya.
    Jadi, saya mau jual kisah pengalaman saya, ala ala saya, meski sesekali ada penulisan yang teoritis, tapi saya tetap mempertahankan ciri khas sendiri, di mana saya adalah saya.
    Si mamak yang kalau nulis suka ngasal, kadang pake bahasa Inggris pun belepotan��.

    Mungkin karena saya mempertahankan diri saya, jadinya menulis itu sama sekali bukan beban buat saya.

    Meskipun, karena udah bertujuan demi uang, mau nggak mau saya mengikuti pasar, misal..

    Menulis butuh keyword, struktur penulisan mengikuti SEO dan semacamnya.

    Namun ciri khas saya, ya nggak mau saya tinggalkan, biar kepala saya nggak botak, mikirin keyword plus mikirin tata bahasa dan segala macamnya itu pula ��

    Meskipun demikian, saya sangat menghormati perbedaan tujuan dan cara ngeblog masing-masing blogger.

    Karena Memang semua itu nggak bisa sama.

    Ada yang ngeblog harus direncanakan, harus dipersiapkan, harus riset ini itu.

    Kalau saya?
    Percaya nggak?
    Bahkan nulis konten berbayar pun, yang ada di kepala saya tuh , cuman cari keyword yang mau dipake, taruh di judul.

    Lalu biarkan tangan bergerak mengetik.

    Jadi bisa dibilang, saya menulis itu ya, boro-boro pake bentukan ini itu, ada sub tema, lalu dikembangkan.

    Enggak.
    Pokoknya sub tema mah terbentuk seiring saya menulis��

    Makanya sampai detik ini, saya belom berani nulis buku, bahkan menolak ajakan bikin buku antologi lagi, karena memang menulis pake rencana itu, luwar biasa menguras otak ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener-bener going with the wind blow ya mbak. Tapi justru karena itu tulisan-tulisan Mbak Rey jadi otentik alias berkarakter.

      Cuman kalau saya nggak bisa kaya gitu. Mesti ada aja macetnya. Kalau ga pas mulai ya pas tengah-tengah.

      Anyway memang tiap orang punya cara mereka sendiri yang works well for them toh. Yang penting kan tujuan tercapai tanpa menimbulkan masalah kan 😉

      Delete
  5. konsistensi yang kadang suka aku langgar, misal udah bikin planning kapan mau publish, dan survey tulisan misalnya, ehhh meleset aja sukanya
    jadinya tanggal publishnya juga mundur, malah sekarang ini mundurnya ga nanggung nanggung. bisa 4 harian.
    kadang kalau udah nyesel pasti belakangan, dan jadi flashback, kemarin ngapain aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp nyesel mbak, tapi jangan terlalu kejam sama diri sendiri. Mungkin planning yang dibikin itu kurang memerhatikan aspek-aspek lain seperti kesibukan di tempat kerja, di rumah, dll. Yang aku alami sih kaya gitu. Terlalu fokus sama aktivitas blogging, lupa kalau load aktivitas di peran saya lainnya (kerjaan/rumah) itu juga nggak dikit.

      Akhirnya end up dengan gagal konsisten dan worse, emoh mau nyoba lagi. Belajar dari situ, saya coba bikin planning yang lebih 'manusiawi' buat saya.

      Delete
  6. blogwalking minimal 2 sehari itu ga gampang lho. dulul waktu hype BW aku juga sempat seneng bw setiap hari entah itu karena tugas atau emang sukarela. Tapi sekarang kalo ga bener-bener pengen baca males aja bw. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga susah kok mbak, ya kalo sehari dua hari sih ga susah. Yang challenging itu ditekuni sampe 375 hari. 😁

      Delete
  7. Tampaknya saya juga harus punya jawaban tersendiri dari ke enam pertanyaan ini. He he ... Sayangnya, usia semakin senja. He he ... Selamat malam, Mas Prim.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Usia itu hanya angka kok Bu Nur. Hehehe...semoga ulasan singkat ini bermanfaat ya Bu Nur. Jazakillahu khoiron katsiiron.

      Delete
  8. Waktu pas diundang di forum HR seputar nulis rasanya seneng aja pas banyak yang tertarik pengen nulis juga hahaha jadi dari situ aku ambil simpulan aktiflah terus nulis blog krn pengalamanku berbeda dengan yg lain makanya kosnsiten yuk nulis tp sekarang lagi bentrok banget sama kerjaan jd agak melorot nulisnya :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di forum HR ada ngebahas tentang kepenulisan juga? Hmm...baru denger. Semoga dimudahkan untuk kembali konsisten nulis ya Mbak.

      Delete
  9. Apa ya tujuan aku ngeblog?

    Kayaknya nyari duit biarpun sedikit.😂

    Aku belum tahu pasti alasan ngeblog, mungkin karena hobi menulis saja kali ya.

    Kalo soal investasi untuk blog kayaknya belum seberapa, soalnya malas beli domain, takut ngga kuat perpanjang nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ngeblog buat nyari duit malah stres sendiri Mas. Jadinya nulis malah kek ga ada asik-asiknya lagi.

      Ya walaupun saya bukan orang yang gemar menolak rejeki, tapi kayanya untuk meraup rupiah/dolar dari ngeblog itu saya taruh di nomor sekian aja deh.

      But again, itu kalau saya ya Mas.

      Delete
  10. Such a reminder kak, memang blogging itu more than nulis atau menghasilkan cuan ya. Lebih dari itu :') anyway, aku udah jawab pertanyaan-pertanyaannya. Yang paling susah itu konsisten, paling nggak selalu inget strong why kita ngeblog. Sama kak, aku paling ikut komunitas blogger aja sih. Sama nulis sebagai healing aja, semoga bisa terus konsisten ya kak. semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh aku nulis bahasa inggris di awal paragraf kok arti yang keluar beda sih wkwkwk padahal aku nulisnya. Artiken ini sbg reminder buat blogger ttp konsisten wkwkwk

      Delete
    2. Emang artinya apaan yg keluar?

      Emang konsisten itu di mana-mana challenging ya. Walaupun sepele, melakukan yang itu2 secara kontinyu, tapi susahnya hmm... .

      Delete
Previous Post Next Post