Awal tahun, kita coba sesuatu yang baru yuk, seperti...menggunakan SEO Copywriting untuk menulis artikel-artikel blog kita.

seo-copywriting-panduan-menulis-artikel-blog-untuk-pemula

Salah satu plan saya terkait ngeblog di tahun 2022 adalah konsisten menulis dan memposting artikel berkualitas. Berkualitas yang saya maksud adalah berkualitas dari sisi isi artikel, keterbacaan/struktur, penampilan dan yang tidak kalah penting adalah optimasi SEO On Page.

Untuk SEO On Page ini, dari beberapa artikel yang saya baca, curhatan teman-teman di komunitas blogger, hingga video-video di kanal Youtube, SEO ini berfungsi agar blog dan artikel-artikel kita mudah ditemukan oleh mesin pencari. Imbas bila blog kita mudah ditemukan adalah, jumlah traffic blog kita meningkat.

Saya sendiri masih baru belajar tentang apa itu SEO dan kenapa saya perlu memerhatikan optimasi SEO dalam membuat konten di blog saya. Lebih ribet memang dibandingkan beberapa waktu lalu saat menulis ya sekedar menulis, tapi sambatan kok traffic blognya segitu-segitu aja.

Ekspektasinya dengan menerapkan beberapa strategi SEO On Page yang saya pelajari dan akan saya bagikan di artikel ini, performa blog saya di mata mesin pencari jadi lebih meningkat.

Dalam artikel ini, kita akan sama-sama belajar tentang SEO Copywriting untuk pemula (termasuk yang nulis) di antaranya:

  1. Persiapan
  2. Menulis blog post
  3. Periksa, sunting dan optimasi
  4. Sebelum memublikasikan blog post
  5. Setelah memublikasikan, terus apa?
  6. Promosi dan perbaiki


Kita mulai sekarang? Snack dan kopinya udah siap? Kalau sudah, yuk kita mulai bahas dari langkah pertama SEO Copywriting.


seo-copywriting-tips-menulis-artikel-blog


1. Persiapan Menulis

Kenapa sih nulis aja kok perlu persiapan? Kan nulis ya udah tinggal nulis aja. Kok ribet banget pakai persiapan segala?

Saya tahu kamu mungkin baru saja mendapatkan ide brilian tentang topik blog post-mu dan rasanya itu gatel kalau nggak segera dituliskan, tar keburu idenya raib.

Iya, paham kok. Namun, saya mau ajak kamu untuk sama-sama mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini sebelum mulai menulis, supaya kualitas tulisan kita menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Lagi pula ini kan masih awal tahun, nggak ada salahnya dong mencoba sesuatu yang baru, ya nggak?

Apa Tujuan Blog Post-mu?

Coba sebelum mulai nulis, tanya ke dirimu sendiri kenapa kamu menulis artikel tersebut dan apa sih ekspektasi kamu dengan artikel ini? Karena tiap-tiap artikel kan bisa saja punya tujuan dan ekspektasi yang berbeda.

  • Menulis untuk memengaruhi.  Kamu mau meyakinkan orang untuk membeli produk/jasa yang kamu tawarkan atau meyakini ide/gagasanmu.
  • Menulis artikel untuk menghibur orang lain.
  • Blog post-mu bisa juga informatif, di mana kamu menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang sebuah topik.


Setiap artikel di dalam blog-mu bisa saja memilki tujuan yang berbeda, bahkan bisa saja sebuah artikel memiliki lebih dari satu tujuan. Bisa jadi kamu membuat artikel informatif tapi sekaligus menghibur.

Memahami tujuan artikel yang kamu tulis akan memberimu arahan ketika menulis. Artikel yang kamu buat untuk memengaruhi orang lain sebaiknya ditulis secara berbeda dari artikel yang sekedar informatif atau menghibur.

Apa Pesan Utama Artikelmu?

Kamu juga perlu bertanya, apa ya yang akan pembacamu tahu atau dapatkan setelah selesai membaca tulisanmu. Ini yang dimaksud dengan pesan dari blog post-mu.

Untuk menentukan pesan yang mau kamu sampaikan, kamu bisa menyusun beberapa pertanyaan yang bisa dijawab oleh artikelmu tersebut. Ini yang disebut sebagai pertanyaan inti sebuah artikel, dan artikelmu harus mampu menjawab pertanyaan inti itu.

Contoh: kalau saya mau menulis artikel tentang SEO Copywriting, maka pertanyaan inti artikel ini bisa jadi: "Kenapa memahami dan menerapkan SEO Copywriting itu penting bagi setiap blogger?"

Sedangkan pesan dari artikel ini mungkin adalah, "Memahami dan menerapkan SEO Copywriting itu penting bagi blogger untuk meningkatkan performa blog mereka di mata mesin pencari."

Biasanya pesan ini ada di bagian pembukaan di mana kita menginformasikan ke pembaca, apa yang akan dibahas oleh artikel kita. Selain itu saya juga biasanya menginformasikan ini di dalam copywriting saya saat mempromosikan artikel di media sosial.

Menyampaikan pesan dengan jelas (tersurat bukan hanya tersirat) itu penting karena membantu pembaca mendapat gambaran tentang isi artikelmu dan meningkatkan kemungkinan untuk terus membaca.

Siapa Pembacamu?

Idealnya sih kita sudah punya gambaran tentang profil audience kita sejak pertama kali kita mulai ngeblog. Idealnya sih, tapi saya sendiri baru sedikit memahami profil audience saya setelah beberapa waktu ngeblog. Pastikan kamu menyesuaikan artikel-artikelmu dengan profil pembacamu misalnya penggunaan istilah, panjang pendek kalimat, dll.

Intinya, pastikan artikelmu terbaca dan mudah diakses agar dapat mencakup audience yang lebih luas.

Informasi Yang Kamu Perlu

Biasanya sih untuk artikel yang berisi pengalaman pribadi, semua informasi yang diperlukan sudah ada di kepala. Misalnya nih, kamu yang udah biasa bikin nasi goreng terus menulis tentang resep nasi goreng, ya pastinya lebih mudah. Tinggal tulis saja.

Namun, kalau kamu mau menulis tentang hikayat nasi goreng, sejarah dan perkembangannya dari masa ke masa, tentunya kamu perlu eksplorasi dan menggali informasi dari banyak sumber kan (misal, internet, buku, wawancara dll).

Coba kamu gunakan pertanyaan inti artikelmu dan buat beberapa sub-pertanyaan yang mau kamu jawab. Cari dan formulasikan jawaban-jawabannya menggunakan sumber-sumber informasimu (misal, internet, buku, wawancara dll.).

Bagaimana Susunan Terbaiknya

Langkah terakhir dalam proses persiapan dan yang terpenting adalah, tentukan susunan atau struktur artikelmu. Kenapa? Supaya artikelmu nggak loncat-loncat dan pada akhirnya membingungkan pembaca. Artikel yang terstruktur dengan baik juga penting untuk SEO lho.

2. Mulai Menulis

Setelah semua persiapanmu selesai, kamu sudah punya semua informasi yang kamu perlukan, kerangka tulisan sudah ada, jadi yuk nulis. Nggak perlu terlalu perfeksionis ketika menulis, kan nanti bisa disunting dan diperbaiki.

3. Periksa, Sunting dan Optimasi

Setelah draft artikelmu sudah selesai, sekarang kita masuk ke proses penyuntingan. Jadi di sini, kamu perlu melihat lebih dekat dan perbaiki kalimat-kalimat aneh dan saltik. Kalau kamu bukan penulis berpengalaman, kamu bisa menggunakan aplikasi atau meminta bantuan orang lain.

Optimasi Artikel Untuk Mesin Pencari

  1. Pastikan artikelmu terbaca. Periksa kalimat yang terlalu panjang, penggunaan kalimat pasif terlalu banyak dan perbaiki.
  2. Meta deskripsi. Tujuan meta deskripsi itu sesederhana, membuat click through rate (CTR) yang berasal dari mesin pencari.
  3. Internal link. Pastikan artikelmu juga mengandung internal link ke artikel terkait di blogmu.
  4. Baca lagi. Baca ulang dan baca lagi, kalau perlu minta orang lain baca sebelum kamu publikasikan artikelmu.


4. Sebelum Memublikasikan Blog Post

Tambah Gambar Terkait

Gambar adalah komponen penting di hampir semua blog post. Jadi sebelum memublikasikan artikelmu, pastikan sudah ada minimal satu gambar berkualitas dan jangan lupa, optimasikan gambarmu.

Tambah Kategori

Pastikan artikelmu sudah berada dalam kategori yang tepat di dalam blogmu. Ini akan membantu pengunjung blogmu menemukan artikel sesuai kebutuhan mereka saat main ke blogmu.

5. Setelah Memublikasikan Blog Post

Setelah kamu selesai memublikasikan blog post-mu, sekarang saatnya kita ramaikan supaya banyak pengunjung berdatangan dari segala arah.

Bagikan di Media Sosial

Mulai Facebook (status, posting di fan page dan grup), Twitter, Instagram (feed atau story), WA (group, story), Pinterest, Youtube...gunakan media sosialmu untuk mempromosikan artikel terbarumu.

Ini juga yang jadi pertimbangan saya untuk mulai belajar bikin tulisan berkualitas, biar sedikit lebih pede pas meramaikan media sosial seperti ini.

Internal Link ke Postingan Lama

Periksa postingan-postingan lama yang relevan dengan artikel terbarumu dan pasang link internal ke postingan tersebut, segera.

6. Promosi dan Perbaiki

Supaya artikel kita nggak tenggelam di lautan konten di luar sana, kita perlu secara berkala mempromosikan dan jika diperlukan memperbaiki konten-konten kita setelah kita publikasikan.

Repost di Media Sosial

Hanya karena kamu sudah pernah membagikan artikelmu di media sosial, nggak berarti kamu haram untuk membagikannya lagi kok. Cuma memang jangan terlalu bernafsu juga. Setidaknya kasih jarak 6 bulan dari pertama kali kamu bagikan artikel tersebut.

Analisa Performa Artikel

Kira-kira sebulan setelah artikel terpublikasikan, cek secara berkala performa artikelmu setidaknya 3 bulan sekali melalui Google Analytics atau Google Search Console.

Optimasi Ulang Bila Diperlukan

SEO itu adalah proses yang dinamis dan berkesinambungan. Bulan ini kamu nangkring di peringkat satu, tapi bulan depan gimana kalau kompetitormu memublikasikan artikel yang lebih baik dan menggesermu dari tahta tersebut? Singkatnya, kamu perlu sesekali melihat ulang setiap postingan-postinganmu.


seo-copywriting

Kesimpulan

Menerapkan SEO Copywriting di setiap artikel yang kita buat itu bisa sangat asyik, tapi juga sedikit ribet. Kamu perlu investasikan waktu untuk melakukan persiapan, menulis dan bahkan setelah kamu selesai menulis pun kamu masih perlu memastikan artikelmu 'terlihat' dengan membagikannya dan memperbaikinya.

Jadi gimana? Mau mencoba menerapkan SEO Copywriting untuk artikel-artikelmu berikutnya? Mumpung awal tahun, nggak dosa kok mencoba sesuatu yang baru, ya nggak?


***


Referensi : https://yoast.com/how-to-write-a-blog-post/