Uang memang tak bisa membeli kebahagiaan, tapi percaya deh, lebih baik punya uang daripada enggak. 

money-parenting

Money don't buy happiness, neither does poverty - The Minimalists

Beberapa waktu lalu, di sebuah rapat bersama tim redaktur majalah karyawan untuk brainstorming ide topik yang akan dibahas di edisi berikutnya, salah seorang kawan mengajukan topik perencanaan keuangan.

Idenya adalah mewawancarai salah seorang karyawan yang sedang melakukan perencanaan keuangan dan kerap mengajak rekan karyawan lain untuk mulai merencanakan keuangan mereka.

Topik yang menarik menurut saya. Lalu saya pun tergelitik untuk mengajukan pertanyaan sederhana, "Apakah beliau (calon narasumber tersebut) sudah kaya sekarang?"

Don't know why, teman saya itu menimpali dengan ketus, "Kalau mau cari yang kaya, ya kita wawancarai saja para direktur yang gajinya besar."

Saya diam, tidak melanjutkan karena suasananya sudah tak lagi kondusif. 

Cara Pandang Orang Miskin Tentang Uang

Di buku Rich Dad yang pernah saya baca, Robert Kiyosaki, sang penulis menceritakan tentang pandangan keliru tentang uang yang membuat orang miskin tetap miskin.

Orang miskin berkata pada anak-anak mereka, belajar yang rajin dan dapatkan pekerjaan yang baik. Dan itulah yang dilakukan orang-orang miskin dan pandai. Mereka belajar dan berprestasi, lalu berakhir dengan menjadi karyawan yang tidak pernah kaya.

Tidak ada yang salah dengan menjadi karyawan. Masalahnya adalah cara mereka memandang uang. Seperti teman saya yang beranggapan untuk kaya adalah memiliki pekerjaan bergaji besar.

Padahal bukan itu. 

Gaji besar hanya satu faktor yang memungkinkanmu jadi kaya. Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah, cara kamu mengelola uangmu. 

Mengelola uang adalah salah satu life skill penting yang harus semua orang kuasai. Namun, tak semua orang menguasai keterampilan ini. Kalau kamu sebagai orang tua tidak memiliki keterampilan yang baik dalam mengelola uang, bagaimana kamu akan mengajarkan keterampilan ini ke anak-anakmu?

Money Parenting, Ajari Anak-Anak Tentang Uang Dengan Benar

Dani Rachmat, seorang personal finance blogger membagikan 7 perkataan orangtua yang bisa bikin anak-anak takut sama uang. 

7-dosa-orangtua-tentang-uang

Kalau kamu pernah mendengar kata-kata ini dari bokap/nyokap-mu, nggak apa-apa. Maafkan saja mereka, tapi...kamu jangan ikut-ikutan ngomong seperti itu ke anakmu ya.

Ada lho cara lebih bijaksana untuk mengenalkan uang pada anak yang populer dengan istilah money parenting.

Sederhananya, money parenting adalah proses pembelajaran anak tentang tanggung jawab keuangan dan sosial saat memperoleh uang. Money parenting merupakan cara orang tua  menyampaikan sikap dan keyakinan tentang keuangan pada anak-anak.

Money parenting itu penting karena siapa pun tanpa kecuali nantinya akan melakukan perencanaan keuangan. Dengan keterampilan pengelolaan uang yang baik akan membantu anak-anak kita dalam menghadapi masalah keuangan saat mereka dewasa kelak.

Cara Mengajarkan Anak Tentang Uang Sesuai Usia Mereka

Kalau Anda tidak pernah belajar cara mengelola uang 1 juta rupiah, Anda tidak akan pernah tahu cara mengelola uang 10 juta rupiah - Ben Lawson (Founder Invesnow).

Mengenalkan uang perlu dilakukan secara bertahap, sesuai dengan usia anak-anak. Karena tentunya kemampuan anak usia 3 tahun tidak sama dengan anak umur 10 tahun.

Secara umum, kita bisa melakukan cara-cara berikut untuk mengenalkan anak tentang uang sesuai usia mereka.

Usia 3-5 Tahun

  • Kenalkan tentang uang dan nilainya;
  • Kenalkan tentang barang-barang yang perlu uang untuk bisa dimiliki;
  • Kenalkan bagaimana orang memiliki uang (dengan bekerja);
  • Kenalkan ide tentang menahan diri untuk sesuatu yang benar-benar mereka inginkan;
  • Kenalkan bedanya kebutuhan dan keinginan.

Usia 6-10 Tahun

  • Mulai ajak anak berdiskusi tentang uang;
  • Diskusikan opsi untuk membelanjakan uang;
  • Ajarkan anak untuk membanding-bandingkan harga;
  • Buka rekening tabungan dan investasi bersama.

Usia 11-13 Tahun

  • Tanamkan nilai untuk tidak membelanjakan uang yang mereka belum punya;
  • Ajarkan pentingnya privasi dan keamanan;
  • Biasakan untuk selalu menyisihkan minimal 10% untuk tabungan dan/atau investasi;
  • Ajarkan pentingnya punya dan merancang goal;
  • Ajarkan anak untuk menghargai kerja keras.

Usia 14-18 Tahun

  • Mulai ajarkan menyusun anggaran;
  • Tanamkan pentingnya menghindari utang;
  • Biasakan untuk selalu mencatat arus kas (pengeluaran vs pendapatan);
  • Kenalkan tentang pajak dan dampaknya pada pekerjaan;
  • Minta anak mencari uang sendiri dengan bekerja part time;
  • Minta anak membuka rekening investasi.

5 Prinsip Dasar Berinvestasi

Mana yang lebih bijaksana, menabung atau berinvestasi? 

Tentu saja keduanya. Karena keduanya memiliki tujuan dan mekanisme yang berbeda tetapi saling melengkapi. 

Dengan menabung kita bisa memiliki keamanan keuangan untuk kondisi darurat, sedangkan melalui investasi kita memiliki potensi pengembangan aset dalam jangka panjang. 

Mengembangkan aset jangka panjang tanpa memperhitungkan kebutuhan jangka pendek, ibaratnya seperti menerjang hujan tanpa jas hujan karena di depan langitnya cerah. Sampai tujuan, basah kuyup.

Nah bicara tentang investasi, ada setidaknya 4 prinsip dasar yang kamu perlu tahu supaya perkembangan asetmu maksimal:
  1. Pandai-pandailah mengalokasikan dana. Instrumen investasi itu ada macam-macam, jadi jangan terlalu fanatik dengan satu intrumen saja. Yang fleksibel saja. Kalau investasi di satu intrumen sudah cukup menghasilkan, jangan ragu untuk beralih ke instrumen lain yang lebih potensial.
  2. Pastikan investasi menghasilkan cashflow. Punya aset banyak tapi tidak likuid juga kurang bijaksana. Jadi perhatikan juga perputaran uang dengan seksama.
  3. Sabar. Investasi itu perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang. Jangan sampai return belum seberapa, udah sibuk upgrade lifestyle
  4. Hindari investasi bodong. Prinsipnya, kalau sesuatu itu tampak terlalu indah untuk jadi nyata, biasanya karena memang itu tak nyata. Jangan mudah tergiur dengan janji manis cepat kaya tanpa usaha. Yang namanya investasi itu high risk, high return.

tips-sukses-berinvestasi

Kesimpulan

Mengenalkan uang pada anak perlu dilakukan dengan tepat agar anak memiliki pemahaman yang benar tentang uang dan bagaimana mengelolanya. 

Tugas kita sebagai orang tua untuk melakukan money parenting dan memastikan anak-anak menguasai life skill yang penting ini.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu punya cara sendiri dalam melakukan money parenting di rumah? Yuk share pengalaman dan opini kamu tentang money parenting.