4 Kunci Produktivitas Bagi Blogger Yang Sering Kelelahan Tapi Tak Menghasilkan (Termasuk Yang Nulis)

Udah sibuk jungkir balik, tapi nggak produktif. Hmm...apa yang salah ya?

tips-produktivitas-untuk-blogger


Punya bos itu terkadang menyebalkan apalagi kalau ngasih deadline nggak kira-kira, udah gitu sebentar-sebentar nanyain progres. Duh, mentolo mithes. Kan jadi nggak tenang toh hidup ini punya bos kaya gitu.

Sampai akhirnya, saya running bisnis sendiri dan baru menyadari betapa banyak yang bisa saya hasilkan ketika hidup di bawah rezim bapak bos tersebut dibandingkan sekarang saat bosnya adalah saya sendiri. 

Iya sih hidup saya sekarang jauh lebih tenang tanpa kehadirannya (yang kadang sampai kebawa mimpi), tapi kok, saya nggak seproduktif dulu ya jadinya.

Sejak pergi (atau lebih tepatnya, dikondisikan untuk pergi) dari perusahaan tempat saya bekerja selama 10 tahun, dan memutuskan untuk fokus pada membangun karir di dunia kepenulisan digital, tak ayal membuat saya menjadi bos bagi diri saya. Yes, I'm the boss now. Emm...now what?

Ternyata, menjadi bos of my own itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, Ferguso. Karena situasinya sekarang sudah berbeda 360 derajat (eh kebanyakan ya). Dulu, stres biasa atau stres akut, income masih ngalir. Beda dengan hari ini, kalau nggak ada yang selesai, ya sudah, puasa lah orang serumah.

Karena itulah, krusial banget buat orang seperti saya untuk pura-pura nggak kenal dulu sama yang namanya capek, nggak ada ide, hingga males, alih-alih, menjaga diri tetap produktif di tengah situasi yang serba tidak kondusif. Selain of course, terus menerus caper sama Yang Maha Pemberi Rezeki.

Sistem Produktivitas, Mana Yang Harus Saya Pakai?

sistem-produktivitas-terbaik-untuk-blogger

As a self proclaim
, personal development blogger, saya sering mengeksplorasi metode-metode dan tips-tips untuk menjadi pribadi yang produktif around the web. Beberapa saya terapkan, dan sebagian besar saya lupakan. Salah satunya adalah metode bullet journal yang dipopulerkan oleh Ryder Carrol.

Sebenarnya ada buanyak metode dan tips produktif lainnya yang bisa kamu temukan di internet. Beberapa yang cukup populer di antaranya:

1. Get Things Done (GTD) oleh David Allen

Proses GTD dimulai dengan menuliskan semua yang ada di pikiranmu terkait tugas-tugas yang harus kamu selesaikan di dalam kehhidupanmu. Setelah semua tertuang di kertas, barulah kamu bisa mulai menyelesaikannya.

Kelebihan metode GTD adalah memberimu kendali penuh pada seluruh aspek kehidupanmu. Sedangkan kekurangannya, bagi sebagian orang memulai aktivitas ini sudah membuat mereka kepayahan apalagi ketika mengeksekusinya.

2. Teknik Pomodoro

Seorang mastah produktivitas bernama Francesco Cirillo mengembangkan teknik Pomodoro, sebuah sistem produktivitas dengan ide dasar menyelesaikannya di blok-blok waktu yang sudah ditentukan.

Kelebihan teknik ini adalah bekerja sejalan dengan waktu, mengatasi kelelahan mental, mengelola pengalih perhatian, menciptakan work-life balance. Namun, beberapa orang menganggap teknik ini terlalu terstruktur hingga menyulitkan mereka untuk menyesuaikan tuntutan perubahan tugas high-pressure dan multitasking.

3. ZTD

Dipopulerkan oleh Leo Babauta dalam bukunya yang menitikberatkan pada: Semua ini adalah tentang kebiasaan dan tindakan, bukan sistem atau alat-alat apa pun.

Kelebihan ZTD adalah sistem ini sangat sederhana, membuatnya mudah ditiru dan dilakukan, dengan sedikit hingga tak ada waktu sama sekali. Namun, ZTD tampaknya tidak bisa diterapkan di semua manajemen tugas. Ada yang berpendapat bahwa teknik ini tidak memiliki pendekatan terstruktur untuk mengelola waktu karena hanya fokus pada tugas.

4. Don't Break The Chain

Sistem yang terinspirasi oleh Jerry Seinfeld ini berfokus pada sukses di dunia kreatif. Sistem ini telah membantu orang-orang di dalam industri kreatif untuk lebih sistematis dan disiplin dalam menyelesaikan tugas mereka.

Cara kerja sistem ini cukup sederhana. Yang kamu perlu lakukan adalah, ambil kalender, tentukan apa yang mau kamu selesaikan di tiap harinya, beri tanda X di tiap hari di mana kamu berhasil menyelesaikan targetmu.

Keunggulan sistem ini adalah kesederhanannya dalam membantumu mengatasi kebiasaan menunda. Pada dasarnya ini adalah cara untuk membangun konsistensi, membentuk kebiasaan dan secara bertahap, mencapai tujuanmu.

Namun, karena terlalu sederhana sistem ini tidak bekerja baik untuk mengatur keseluruhan harimu atau mengelola jam kerjamu.

Memilih Sistem Produktivitas Terbaik...Eh Bentar

kunci-produktivitas-untuk-blogger

Jadi, mana sistem produktivitas terbaik yang mau kamu coba untuk boost up produktivitasmu nih? GTD, Pomodoro, ZTD, DBTC atau kamu masih pilih dia setelah apa yang sudah dia lakukan ke kamu (#eh).

Kalau yang saya lihat sebenarnya apa pun sistemnya doesn't matter, yang penting kamu kuasai 4 hal dasar berikut maka kamu bisa jadi lebih produktif.

Apa saja sih 4 hal dasar itu?

1. Manajemen Tugas

Manajemen tugas itu berhubungan dengan membuat daftar dan mengatur semua tugas, kerjaan, target yang harus kamu selesaikan.

Sistem sederhana seperti to do list cukup membantu. Karena yang penting di sini adalah, kamu tahu apa saja tanggung jawabmu.

2. Manajemen Prioritas

Setelah kamu selesai membuat daftar tugas, langkah berikutnya adalah menyusun skala prioritas. Pertimbangkan dampak dan akibat dari penyelesaian tugas dalam menyusun prioritas.

Kadang ada kan tugas-tugas yang kalau nggak kamu selesaikan bisa menghambat tugas lainnya. Or even worse, menghambat orang lain.

Jika memang diperlukan, coret tugas yang nggak penting dan nggak worth your time dari to do list-mu.

3. Manajemen Waktu

Bukan sekedar mengatur kapan sesuatu harus dikerjakan, tapi juga berapa lama tugas itu harus selesai. Pahami esensi dari tugas tersebut. Nggak perlu terlalu artsy kalau akhirnya bikin kerjaanmu nggak selesai-selesai. Terlebih ketika artsy nggak masuk dalam spesifikasi tugas.

Gunakan alat sederhana seperti kalender biar kamu selalu inget kalau waktu terus berjalan.

4. Manajemen Fokus

Salah satu elemen penting dalam menjadi produktif adalah fokus pada tugas di depan mata. Artinya, batasi dan hilangkan bila perlu, akses ke hal lain yang akan mengalihkan konsentrasimu.

Nyewa villa dan menyendiri untuk menyelesaikan sebuah proyek mungkin ide bagus, tapi kalau nggak memungkinkan, matikan saja koneksi internetmu sementara waktu supaya kamu nggak gopoh ngecekin Facebook atau Instagram melulu.

Kesimpulan

Sistem-sistem produktivitas itu nggak lebih dari sekedar alat untuk membantumu menyelesaikan tugas-tugasmu secara efektif dan efisien. Alat tersebut memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah you do the work.

Nggak perlu bingung-bingung atau buru-buru nyobain semua sistem dan alat untuk menjadi lebih produktif. Pilih aja satu dan mulai kerja.

The world is waiting to see your work.

Mas Prim

Blogger, content writer & translator freelance. Text me if you need help with your text.

27 Comments

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

  1. Sepertinya metode produktif yang saya gunakan itu nomor satu, Get Things Done (GTD) oleh David Allen. Menulis semuanya sambil memodifikasi beberapa kata, baru mengerjakannya. Tapi saya juga sering mengkolaborasikan metode nomor satu ini dengan nomor 4, Don't Break The Chain. Kadang kalau gak selesai saya pasti sudah menetapkan hari dimana saya ingin melanjutkannya kembali. Sehingga saya bisa tahu berapa lama saya bisa mengerjakan hal-hal seperti ini, dan bisa menjadi evaluasi di pekerjaan berikutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Great mas. As long as it works, keep it up. Yang penting toh endingnya 😁

      Delete
  2. Baca tipsnya, aku lebih ke modifikasi kayaknya. Kadang kasihan sama blog utama yang lama gak disentuh (sebab kalau mau nulis di sana lebih butuh banyak effort). Cuma di blog sampingan yang kalau nulis lebih santuy masih tergolong produktif. Tipsnya menarik, TFS ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa perlu banyak effort mas? Ga sesuai passion kah?

      Delete
  3. Sebagai blogger, yang kukerjakan duluan memang manajemen tugas itu. Karena ternyata sebetulnya dengan membuat to do list, aku bisa menelaah hal-hal apa yang perlu kukerjakan.)

    Ketika aku membaca catatan to-do-list-ku, aku jadi bisa memetakan mana yang perlu dikerjakan duluan, dan mana yang bisa dikerjakan belakangan, alias membuat skala prioritas. Termasuk juga memetakan mana yang harus kukerjakan sendiri, dan mana yang bisa didelegasikan. Dengan cara begini, aku bisa menghemat banyak tenaga untuk menjalankan bisnis blogku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idem mbak. Bikin TDL itu juga helpful buat meringankan beban otak biar ga kebayang2 apa yang kudu dikerjain & apa yang belum diselesaiin.

      Delete
  4. Karena aku masih bekerja kantoran jadi aku masih menggunakan metode to do list harian. Mungkin akan berbeda jika saya kerja sendiri seperti Mas Prima, mungkin.. Ng.. Apa ya metode yang akan saya pilih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang paling efektif aja mbak 😁
      Ga perlu terlalu mengimani satu sistem tertentu. As long as it works well, go for it.

      Delete
  5. Saya pakai GTD sama pomodoro, dan dua-duanya efektif di saya. Jadi tahu mana yang harus diproritaskan dan tidak mudah terdistraksi oleh hal-hal lain.

    ReplyDelete
  6. Terkait produktivitas, akutu memang harus perduli banget sama management waktu. Masalahnya kan aku tu merasa kayak 24 jam tu kurang. Mungkin karena management waktunya kurang jos nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh 24 jam itu banyak lho mbak. Ayo ditata lagi yuk prioritasnya.

      Delete
  7. wah ternyata ada banyak metode ya dalam manajemen waktu ini. kalau saya saat ini masih sistem jurnal juga sih jadi apa yang mau ditulis dibikin dulu jadwalnya di jurnal. penasaran juga nih sama metode lain terutama pomodoro yang lumayan sering saya dengar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu hanya referensi mbak. Yang penting efektif saja, sistem mana pun doesn't matter.

      Delete
  8. Saya nih masih kesulitan membagi waktu, akibatnya kadang kebingungan sendiri mau menyelesaikan pekerjaan yang mana dulu

    Jujur aja, saya belum berani mengambil keputusan meninggalkan pekerjaan karena belum siap kehilangan penghasilan tetap, makanya salut banget pada mereka yang berani ambil resiko keluar dari pekerjaannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibuat daftar aja dulu mbak, biar 'kelihatan' apa2 aja yang harus dikerjain termasuk apa2 yang ga perlu dikerjain. Baru deh setelah itu ditata mana duluan + target selesai per tugas + mana yang bisa dilakukan bareng.

      Delete
  9. Aku tipe orangnya yg suka vuat to do list dan timeline, sehingga aku bisa lihat manhour ku sendiri dan samoai di mana kemampuanku :)

    ReplyDelete
  10. Bahasan soal produktifitas ini menarik sekali buat saya yang bosenan hihihi. Beberapa waktu belakang saya sudah menerapkan sistem to do list but nggak bisa bertahan lama, sepertinya butuh kombinasi dengan teknik lainnya. Anyway thankyou for sharing ya mas. Saya jadi kepo tentang teknik lainnya lebih lanjut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting it helps us be more productive mbak. Ga perlu terlalu mengimani satu sistem tertentu.

      Delete
  11. kalau mbak Prima pilih yang mana?
    kalau sy masih pakai to do list mbak, tapi kadang juga ga selesai semua sih, huha sudah kelelahan sendiri, bagi sy yg efektif aalah gelondongan waktu, skeian jam untuk menyelesaikan ini dan ini
    pomodoro juga membantu tapi ga banyak juga, sy pakai skala prioritas aja, mana yg lebih penting tapi kadang ini jeleknya kalau pekerjaan yg ga sy suka kadang sy taruh terakhir hehehe kecuali penting banget

    ReplyDelete
  12. Bisa dicoba nih tips dari mas soalnya kadang sering bosan saat ngeblog makanya blog sering saya jual karena bosan dan tidak ada artikel untuk di tulis

    ReplyDelete
  13. Saya pernah beli kursus tentang majanemen waktu saking kepengennya beneran produktif, tapi tetep meleset juga. Akhirnya ikutan mind programming kapan hari dan malah bisa lebih fokus dan produktif. Kerjaan client selesai, kerjaan sendiri juga selesai.

    ReplyDelete
  14. Ternyata ada cukup banyak sistem produktivitas itu ya Mas, saya selama ini belum pakai sistem-sistem di atas, namun layak untuk dipelajari lebih lanjut nih

    ReplyDelete
  15. Keren diawali mencermati 4 hal diatas dan hal berkaitan dengan managemen diri menghadapi tantangan menulis

    ReplyDelete
  16. Baru sekrang saya baca teori tentang produktivitas. Selama ini ya hajar aja dan terkesan suka-suka. Sepertinya tidak baik dan akan lebih bagus jika sistematis dan ada manajemen yang oke.

    ReplyDelete
  17. kalau kata saya mah, tips produktif paling utama adalah BU, kalau tujuannya udah BU pasti auto produktif karena ada target BU yang perlu dicapai, hehehe...

    ReplyDelete
Previous Post Next Post