Udah sibuk jungkir balik, tapi nggak produktif. Hmm...apa yang salah ya?

tips-produktivitas-untuk-blogger


Punya bos itu terkadang menyebalkan apalagi kalau ngasih deadline nggak kira-kira, udah gitu sebentar-sebentar nanyain progres. Duh, mentolo mithes. Kan jadi nggak tenang toh hidup ini punya bos kaya gitu.

Sampai akhirnya, saya running bisnis sendiri dan baru menyadari betapa banyak yang bisa saya hasilkan ketika hidup di bawah rezim bapak bos tersebut dibandingkan sekarang saat bosnya adalah saya sendiri. 

Iya sih hidup saya sekarang jauh lebih tenang tanpa kehadirannya (yang kadang sampai kebawa mimpi), tapi kok, saya nggak seproduktif dulu ya jadinya.

Sejak pergi (atau lebih tepatnya, dikondisikan untuk pergi) dari perusahaan tempat saya bekerja selama 10 tahun, dan memutuskan untuk fokus pada membangun karir di dunia kepenulisan digital, tak ayal membuat saya menjadi bos bagi diri saya. Yes, I'm the boss now. Emm...now what?

Ternyata, menjadi bos of my own itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, Ferguso. Karena situasinya sekarang sudah berbeda 360 derajat (eh kebanyakan ya). Dulu, stres biasa atau stres akut, income masih ngalir. Beda dengan hari ini, kalau nggak ada yang selesai, ya sudah, puasa lah orang serumah.

Karena itulah, krusial banget buat orang seperti saya untuk pura-pura nggak kenal dulu sama yang namanya capek, nggak ada ide, hingga males, alih-alih, menjaga diri tetap produktif di tengah situasi yang serba tidak kondusif. Selain of course, terus menerus caper sama Yang Maha Pemberi Rezeki.

Sistem Produktivitas, Mana Yang Harus Saya Pakai?

sistem-produktivitas-terbaik-untuk-blogger

As a self proclaim
, personal development blogger, saya sering mengeksplorasi metode-metode dan tips-tips untuk menjadi pribadi yang produktif around the web. Beberapa saya terapkan, dan sebagian besar saya lupakan. Salah satunya adalah metode bullet journal yang dipopulerkan oleh Ryder Carrol.

Sebenarnya ada buanyak metode dan tips produktif lainnya yang bisa kamu temukan di internet. Beberapa yang cukup populer di antaranya:

1. Get Things Done (GTD) oleh David Allen

Proses GTD dimulai dengan menuliskan semua yang ada di pikiranmu terkait tugas-tugas yang harus kamu selesaikan di dalam kehhidupanmu. Setelah semua tertuang di kertas, barulah kamu bisa mulai menyelesaikannya.

Kelebihan metode GTD adalah memberimu kendali penuh pada seluruh aspek kehidupanmu. Sedangkan kekurangannya, bagi sebagian orang memulai aktivitas ini sudah membuat mereka kepayahan apalagi ketika mengeksekusinya.

2. Teknik Pomodoro

Seorang mastah produktivitas bernama Francesco Cirillo mengembangkan teknik Pomodoro, sebuah sistem produktivitas dengan ide dasar menyelesaikannya di blok-blok waktu yang sudah ditentukan.

Kelebihan teknik ini adalah bekerja sejalan dengan waktu, mengatasi kelelahan mental, mengelola pengalih perhatian, menciptakan work-life balance. Namun, beberapa orang menganggap teknik ini terlalu terstruktur hingga menyulitkan mereka untuk menyesuaikan tuntutan perubahan tugas high-pressure dan multitasking.

3. ZTD

Dipopulerkan oleh Leo Babauta dalam bukunya yang menitikberatkan pada: Semua ini adalah tentang kebiasaan dan tindakan, bukan sistem atau alat-alat apa pun.

Kelebihan ZTD adalah sistem ini sangat sederhana, membuatnya mudah ditiru dan dilakukan, dengan sedikit hingga tak ada waktu sama sekali. Namun, ZTD tampaknya tidak bisa diterapkan di semua manajemen tugas. Ada yang berpendapat bahwa teknik ini tidak memiliki pendekatan terstruktur untuk mengelola waktu karena hanya fokus pada tugas.

4. Don't Break The Chain

Sistem yang terinspirasi oleh Jerry Seinfeld ini berfokus pada sukses di dunia kreatif. Sistem ini telah membantu orang-orang di dalam industri kreatif untuk lebih sistematis dan disiplin dalam menyelesaikan tugas mereka.

Cara kerja sistem ini cukup sederhana. Yang kamu perlu lakukan adalah, ambil kalender, tentukan apa yang mau kamu selesaikan di tiap harinya, beri tanda X di tiap hari di mana kamu berhasil menyelesaikan targetmu.

Keunggulan sistem ini adalah kesederhanannya dalam membantumu mengatasi kebiasaan menunda. Pada dasarnya ini adalah cara untuk membangun konsistensi, membentuk kebiasaan dan secara bertahap, mencapai tujuanmu.

Namun, karena terlalu sederhana sistem ini tidak bekerja baik untuk mengatur keseluruhan harimu atau mengelola jam kerjamu.

Memilih Sistem Produktivitas Terbaik...Eh Bentar

kunci-produktivitas-untuk-blogger

Jadi, mana sistem produktivitas terbaik yang mau kamu coba untuk boost up produktivitasmu nih? GTD, Pomodoro, ZTD, DBTC atau kamu masih pilih dia setelah apa yang sudah dia lakukan ke kamu (#eh).

Kalau yang saya lihat sebenarnya apa pun sistemnya doesn't matter, yang penting kamu kuasai 4 hal dasar berikut maka kamu bisa jadi lebih produktif.

Apa saja sih 4 hal dasar itu?

1. Manajemen Tugas

Manajemen tugas itu berhubungan dengan membuat daftar dan mengatur semua tugas, kerjaan, target yang harus kamu selesaikan.

Sistem sederhana seperti to do list cukup membantu. Karena yang penting di sini adalah, kamu tahu apa saja tanggung jawabmu.

2. Manajemen Prioritas

Setelah kamu selesai membuat daftar tugas, langkah berikutnya adalah menyusun skala prioritas. Pertimbangkan dampak dan akibat dari penyelesaian tugas dalam menyusun prioritas.

Kadang ada kan tugas-tugas yang kalau nggak kamu selesaikan bisa menghambat tugas lainnya. Or even worse, menghambat orang lain.

Jika memang diperlukan, coret tugas yang nggak penting dan nggak worth your time dari to do list-mu.

3. Manajemen Waktu

Bukan sekedar mengatur kapan sesuatu harus dikerjakan, tapi juga berapa lama tugas itu harus selesai. Pahami esensi dari tugas tersebut. Nggak perlu terlalu artsy kalau akhirnya bikin kerjaanmu nggak selesai-selesai. Terlebih ketika artsy nggak masuk dalam spesifikasi tugas.

Gunakan alat sederhana seperti kalender biar kamu selalu inget kalau waktu terus berjalan.

4. Manajemen Fokus

Salah satu elemen penting dalam menjadi produktif adalah fokus pada tugas di depan mata. Artinya, batasi dan hilangkan bila perlu, akses ke hal lain yang akan mengalihkan konsentrasimu.

Nyewa villa dan menyendiri untuk menyelesaikan sebuah proyek mungkin ide bagus, tapi kalau nggak memungkinkan, matikan saja koneksi internetmu sementara waktu supaya kamu nggak gopoh ngecekin Facebook atau Instagram melulu.

Kesimpulan

Sistem-sistem produktivitas itu nggak lebih dari sekedar alat untuk membantumu menyelesaikan tugas-tugasmu secara efektif dan efisien. Alat tersebut memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah you do the work.

Nggak perlu bingung-bingung atau buru-buru nyobain semua sistem dan alat untuk menjadi lebih produktif. Pilih aja satu dan mulai kerja.

The world is waiting to see your work.