Kalau salat adalah tiang yang menentukan kekuatan agama, apa jadinya ya bila tiang itu bikinnya ngasal?

cara-salat-khusyu

Salat adalah tiang agama, sepertinya kita semua sudah tahu lah hal ini, terutama yang memiliki privilase lahir dan besar di lingkungan Islam. Pertanyaannya, sejauh mana sih kita sudah memahami makna ‘salat adalah tiang agama’ dalam keseharian kita?

Ah, rasanya berat juga membahas topik yang saya sendiri masih perlu banyak berbenah di dalamnya, tapi nggak apa-apa ya, kita saling berbagi dan mengingatkan. 

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah e-book(1) menarik tentang menikmati salat. Ada beberapa poin yang menurut saya bisa kita pelajari dan coba praktikkan dalam salat kita sehari-hari. Mumpung lagi bulan Ramadan, momen yang pas untuk memperbanyak ibadah-ibadah kita sambil meningkatkan kualitas dan intensitas ibadah-ibadah tersebut.

Bayangkan kita ingin mendirikan salat. Bukan karena kita harus melakukannya, tapi karena kita cinta melakukannya. Bayangkan kita buru-buru salat setiap kali menghadapi kesulitan atau merasa cemas. Bayangkan bila kita bisa salat sepanjang malam seperti Rasulullah SAW, selama berjam-jam, memperlama berdiri, ruku dan sujud kita. Bayangkan tidak diganggu setan dalam salat kita. Bayangkan ketika kita benar-benar menikmati salat kita.

Khusyu’ : Kunci Untuk Menikmati Salat

Hudhayfah pernah berkata: “Hal pertama yang akan hilang dari agamamu adalah khusyu’ dan hal terakhir yang akan hilang dari agamamu adalah adalah salat. Mungkin ada orang yang salat tapi tidak ada kebagikan di dalam dirinya. Cepat atau lambat, akan tiba masanya saat kamu memasuka masjid dan tidak melihat satu orang pun dengan khusyu’ di dalam diri mereka.”

Khusyu’ adalah sebuah keadaan saat hati berada di hadapan Allah dengan penuh kerendahan diri, kerendahan hati dan pelayanan; fokus total hanya kepada-Nya. Kemudian tubuh juga merendahkan dirinya dan mematuhi Allah SWT.

cara-sholat-khusyu

Manfaat Salat Dengan Khusyu’

2 rakaat dengan penuh perenungan dan tenang lebih baik daripada berdiri sepanjang malam dengan hati yang tidak fokus (Abdullah bin Abbas).

Wah ngeri juga ya, kalau salat kita kehilangan khusyu’. Padahal, salat adalah tiang agama. Kalau tiangnya keropos, apa kabar nih agamanya…hiks.

Anyway, apa sih untungnya salat dengan khusyu’? Coba kita cek ya:
  1. Dengan khusyu’ kita paham arti salat sebenarnya (apa dan kenapa harus salat);
  2. Melindungi diri dari dosa-dosa (saldo dosa masih banyak, jangan lah ditambah dengan yang baru);
  3. Menjamin surga Allah;
  4. Mengampuni dosa-dosa terdahulu (boleh skip yang sudah PD nggak punya dosa sama sekali);
  5. Meningkatkan kecintaan dalam mendirikan salat;
  6. Memungkinkan kita menangis sejadi-jadinya karena rasa takut pada Allah;
  7. Memberi kesuksesan baik di dunia maupun akhirat;
  8. Mengisi hati dengan ketenangan;
  9. Mendekatkan diri pada Allah.

Bagaimana Membangun Khusyu’ Sebelum Salat?

Langkah-langkah berikut adalah gambaran singkat untuk membangun kekhusyuan dalam salat. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa mengacu ke buku Taste The Sweetness of Salah(2).

1. Hargai pentingnya salat

Salat adalah rukun Islam yang kedua, media penghubung utama antara kita dengan Allah, dan merupakan cara terbaik untuk mensucikan hatimu.

2. Kenali kehebatan-kehebatan Allah

Melalui nama-nama dan sifat-sifat Allah, Al Quran dan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.

3. Berhenti melakukan dosa

Lindungi mata, lidah, hati dan perut dari hal-hal yang diharamkan.

4. Lembutkan hatimu

Perbanyak mengingat Allah  (dzikir), mengingat mati, berziarah, memberi makan kaum dhuafa dan yatim piatu.

5. Perbanyak ibadah diam-diam

Lakukan niat baik tapi jangan sampai ada orang lain yang tahu, cukup kita dan Allah saja yang tahu.
 

6. Selalu memohon untuk khusyu’ dan jangan menyerah

Jangan biarkan bisikan setan membuatmu percaya bahwa kamu nggak layak untuk khusyu’.

7. Penuhi panggilan adzan dan bersiap ke masjid

Lakukan persiapan jiwa dan raga. Lakukan wudu dengan sempurna di rumah, pakai wewangian, kenakan baju bersih dan layak, berjalan dengan tenang dan dirikan salat sunah tahiyyatul masjid sesampainya di masjid.

8. Jangan menunda dan salat berjamaah.

Dirikan salat seawal mungkin. Salatlah di masjid, canangkan untuk berada di masjid tepat pada takbir pertama dan salat di shaf pertama.

9. Jaga ketepatan waktu salat sunnah.

Terutama 12 rakaat salat sunnah muakad.

10. Singkirkan gangguan.

Makan dan ke toiletlah bila perlu, sebelum salat. Salat di tempat yang tenang dan jauhkan gawai untuk memasuki ‘zona tenang’.

Bagaimana Membangun Khusyu Saat Salat?

1. Lawan bisikan setan.

Selalu siaga karena setan akan selalu berusaha untuk menghancurkan salatmu. Mohon perlindungan Allah dan paksa dirimu untuk memahami apa yang kamu ucapkan.

2. Pahami bahwa kamu sedang berdialog dengan Allah dan Dia menjawabmu.

Salat adalah dialog pribadi dan intim antara kita dengan Allah. Rasakan privilase bahwa kamu memasuki ruangan-Nya.

3. Pahami apa yang kamu katakan.

Belajar terjemahan dari semua yang kita ucapkan dalam salat. Ini akan membantu merefleksikan apa yang kita ucapkan.

4. Variasikan doa dan surat.

Hafalkan doa dan surat dari Quran untuk merasakan keindahan salat.

5. Baca quran perlahan dan tartil.

Jangan buru-buru dalam membaca doa dan surat.

6. Refleksikan dan berinteraksi dengan Quran.

Renungkan apa yang kamu baca, biarkan setiap kata merasuk ke dalam hati dan biarkan imanmu meningkat.

7. Tenang dan perpanjang salatmu.

Jangan buru-buru saat salat. Berdiri dan duduk dengan postur tegak, dan luangkan waktu dengan doa-doamu. Nikmati dialogmu dengan Allah dan perpanjang.

8. Ingat mati dan akhirat.

Selama dan setelah salat, selalu ingat kedua hal ini. Anggaplah setiap salatmu adalah salat terakhirmu, dan setelah salat usai, kamu akan memasuki alam kubur.

9. Bangun dan masukkan emosi ke dalam salatmu.

Emosi-emosi seperti kecintaan pada Allah, asa pada-Nya dan takut pada-Nya.

10. Fokuskan hatimu hanya pada Allah.    

Cobalah salat seolah-olah kamu melihat Allah. Jika tidak bisa, camkan dalam pikiranmu bahwa Allah melihatmu.


Kesimpulan

Salat adalah tiang agama. Semakin kuat salatnya, makin kuat pula agamanya. Cara memperkuat salat adalah dengan khusyu’. Semakin khusyu’salat kita, makin kuat agama kita.

Mungkin ini yang dimaksud oleh para khotib di khutbah Jumat bahwa salat mencegah perbuatan keji dan munkar. Salat khusyu yang dibangun atas dasar kecintaan dan rasa takut akan Allah, bukan sekedar menggugurkan kewajiban semata.

Menurutmu apa cara lain yang bisa kita lakukan untuk menciptakan dan membangun kekhusyuan salat kita? Yuk share ide dan pengalamanmu  di kolom komentar.

Oya, jika menurutmu tulisan ini bermanfaat…silahkan bagikan ke teman dan saudaramu ya.


Referensi