Apa cuma saya, yang kalau mendengar kata content creator, hal pertama yang terlintas di dalam kepala adalah seorang Youtuber atau Tiktoker? Ya intinya, orang-orang yang membuat konten dalam bentuk video.


Ya memang sih, beberapa akhir ini, konten-konten dalam bentuk video itu memang seperti menjamur. Hanya dengan berbekal gawai berkamera dengan kemampuan merekam video, ditambah ketersediaan platform untuk ‘menampung kreativitas’ jadilah orang berbondong-bondong menjadi digital content creator.

Dari konten sederhana seperti kehidupan sehari-hari, konten lucu-lucuan, hingga konten yang berat dan serius. 

Saya pribadi suka konten-konten yang edukatif, menghibur dan menginspirasi. Ada keinginan juga untuk menjadi content creator, tapi masalahnya…saya ini introver, nggak pede show off wajah di depan kamera, memangnya bisa jadi content creator

Saya ingat beberapa waktu lalu pernah dapat job yang mengharuskan saya merekam diri sendiri yang sedang melakukan promosi untuk brand tersebut. Tahu nggak, berapa kali take untuk menghasilkan video promosi singkat sesuai permintaan klien? 10 kali! Hanya untuk video singkat berdurasi kurang dari 1 menit.

Jadi rasaya cukup masuk akal kan kalau saya lantas beranggapan kalau saya ini nggak cocok jadi content creator? Jadi bloger saja, menulis. Kan kalau menulis, nggak perlu menunjukkan profil diri secara live, cukup sebatas foto wajah dari beberapa bulan silam untuk dipasang di halaman about me.

Ya, rasanya bloger adalah pilihan yang tepat untuk orang introvert seperti saya…ya, minimal sampai ada job yang meminta dibuatkan video promosi dengan saya sebagai talent-nya. Mau ditolak, ya kalau fee-nya nggak seberapa. Kalau fee-nya bisa dipakai untuk bayar SPP anak selama 10 bulan, kan sayang untuk dilewatkan bukan?

Jadi bagaimana solusinya? Hate to say this, tapi tampaknya jalan satu-satunya adalah dengan mengalahkan ketakutan saya untuk berani tampil di depan kamera.

Memangnya Kenapa Kok Harus ‘Maksain’ Jadi Content Creator?



Eh iya, ngomong-ngomong soal content creator, memangnya kenapa sih kok harus ngoyo banget bikin konten video? Bukannya konten artikel juga akan selalu muncul setiap kali seseorang menuliskan kata kunci tertentu di mesin pencari.

Artinya, konten-konten tulisan pun juga nggak akan kalah bersaing dengan konten-konten video bukan?

Akan tetapi, sebagai seorang yang bekerja di dunia digital seperti saya, otomatis saya mau nggak mau, suka nggak suka, bisa nggak bisa, juga perlu beradaptasi dengan situasi dan kondisi dunia digital saat ini, yaitu membuat konten dalam format video.

Buat kamu yang sampai hari ini masih maju-mundur untuk membuat konten video pertamamu, sama seperti saya, berikut ini ada 5 alasan yang perlu saya dan kamu pertimbangkan untuk segera membuat konten dalam format video:

Konten Video Membangun Hubungan Emosional Yang Unik Dengan Audiens-mu

Video dapat memengaruhi aspek emosional lebih baik daripada konten dalam format lainnya. Karena itulah, video 30 detik yang dibuat dengan hati-hati bisa membuat orang menangis atau terinspirasi mengambil tindakan.

Tujuan Konten Dalam Bentuk Video Dapat Diatur Ulang Dan Disesuaikan

Video adalah media yang fleksibel, kita bisa mengatur ulang tujuan sebuah konten dengan melakukan penyuntingan di beberapa bagian.

Video Mendongkrak Upaya Pemasaran Dan Branding

Karena video merupakan media yang lengkap, yang dapat digunakan untuk berbagai inisiatif kampanye branding dan promosi lainnya.

Kemampuan Platform Untuk Mengunggah Video

Banyak platform yang kini dilengkapi dengan fitur untuk mengunggah video. Bahkan sepertinya fitur ini sudah menjadi fitur standar.

Engagement audiens dengan adanya video jadi lebih tinggi dibandingkan kontens teks atau hanya gambar.

Konten Video Menghasilkan Engaging Yang Lebih Lama

Pernah nggak ikut pelatihan, lalu si trainer menyajikan sebuah video jadul yang 'inspiratif'?

Konten video yang dibuat dengan hati-hati dan memperhatikan kualitas, memiliki kekuatan untuk melekat di audiens. Karena itulah, sudah waktunya bagi saya untuk mulai dari bloger dan content writer merambah ke dunia digital content creator.

Keluar Dari Zona Nyaman Untuk Wujudkan Mimpi Jadi Content Creator

Mau sih jadi content creator, tapi nggak pede di depan kamera? Ada yang samaan seperti saya? 

Kalau begitu, saya mau membagikan tips dari sebuah artikel,untuk meyakinkan diri kita bahwa, walaupun introvert, kita juga bisa kok berkarya sebagai content creator.

Tip 1 : Nggak Apa-apa Kok Di Depan Kamera

Ada banyak kok Youtubers yang sebenarnya introvert dan nggak nyaman berada di depan kamera. Mulai saja dulu.

Tip 2 : Rekam Saat Kamu Merasa Berenergi

Penting sekali untuk memberi diri kita ruang dan waktu untuk tampil alami di depan kamera. Pilih waktu yang paling menurutmu paling pas. Mungkin sebelum kamu tenggelam dalam rutinitas harianmu.

Tip 3 : Paksain Diri

Memang buat introvert, ada di depan kamera itu nggak nyaman. Namun tahu nggak, seperti halnya keterampilan yang semakin lancar bila makin sering dilatih, hal yang sama berlaku juga dengan berdiri di depan kamera.

Tip 4 : Jangan Terlalu Kritis Dengan Diri Sendiri

Awalnya memang akan terasa tak nyaman berdiri di depan kamera, apalagi melihat hasil rekamannya. Namun seperti lainnya, makin sering dilakukan akan semakin nyaman.

Tip 5 : Rencanakan Videomu Secara Terstruktur

Sebagai seorang introvert, kita tuh punya kecenderungan untuk menata semuanya secara terstruktur dan sistematis. Jadi, kenapa tidak menggunakan kelebihan tersebut dengan cara merencanakan konten kita.

Jadi Content Creator Modalnya Pasti Besar Ya?

Selain kendala kepribadian, masalah lain yang bikin saya masih maju-mundur untuk menjadi content creator adalah modal yang sepertinya mahal. Bayangin aja, supaya bisa menghasilkan gambar yang tajam, video yang jernih tanpa noise, tentunya dibutuhkan berbagai macam piranti pendukung yang harganya kurang bersahabat dengan kondisi di dompet.

Namun, ternyata untuk memulai, modalnya tidak se-fancy itu. Sudah banyak content creator yang membuktikan bahwa hanya dengan ponsel saja, mereka sudah bisa mulai membuat content pertama mereka.

Ya, nggak salah. Hanya dengan smartphone saja, kita bisa jadi content creator

Salah satu smartphone yang bisa menunjang aktvitas kita sebagai content creator adalah smartphone Asus Zenfone 9.

Kenapa Asus Zenfone 9 Adalah Sahabat Para Content Creator?

Resmi diluncurkan pada 17 November 2022, Asus Zenfone 9 datang dengan sejumlah fitur yang mampu menunjang aktivitas kita dalam membuat konten. Kok bisa? Yuk kita ulik fitur apa saja yang ada dalam smartphone ini.

Minimalis Tapi Maksimalis



Asus Zenfone 9 datang dengan mengusung slogan Compact Size, Big Possibilities, yang memang bukan sekedar isapan jempol semata. Sejumlah fitur-fitur keren dibenamkan di dalam smartphone ini, seperti Snapdragon® 8+ Gen 1 yang mampu meningkatkan 15% performanya.

Untuk akses ke dunia digital, smartphone ini juga sudah mendukung 5G yang mendukung Wi-Fi 6E agar konektivitas makin stabil dan sat-set.

Kamera Super



Asus Zenfone 9 memiliki sistem kamera ganda dengan spesifikasi 50 MP Sony IMX 766 dengan upgrade seperti kamera lensa wide, macro dan pro.

Yang paling luar biasa dari smartphone ini adalah Stabizer Gimbal Hybrid 6-Axis yang menghasilkan bidikan foto yang tajam. Selain itu hasil video pun jernih tanpa buram sama sekali.

Layar Amoled



Dari sisi layar, Asus Zenfone 9 telah menggunakan panel amoled berukuran 5,9 inch dengan kecerahan maksimal 1100 nits, DCI-PA3, HDRq02 dilapisi gorilla glass Victrus

Tunggu Apalagi?

Menjadi introvert harusnya bukan jadi halangan saya untuk menjadi content creator. Yang perlu saya lakukan adalah mengenali dan menggunakan keunggulan-keunggulan saya sebagai seorang introvert dalam membuat konten.

Selain itu, piranti dengan segudang fitur seperti Asus Zenfone 9 juga bisa menjadi senjata andalan untuk para content creator pemula seperti saya.

Buat kalian yang mau beli Zenfone 9, udah bisa kalian dapatkan melalui partner dan channel pembelian resmi produk ASUS antara lain Erafone, Tokopedia, ASUS Exclusive Store, ASUS Online Store.

•••••

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenfone 9 Blog Writing Competition di Blog Widyanti Yuliandari