Setelah tahu apa dan kenapa, pertanyaan berikutnya yang perlu dijawab adalah...bagaimana cara melatih kemandirian anak.
Melatih kemandirian anak

Cara Melatih Kemandirian Anak

Untuk melatih kemandirian pada anak, kita sebagai orang tua perlu memperhatikan 6 hal berikut ini:

1. Menjelaskan Tentang Identitas Diri & Memberi Batasan Pengasuhan

Anak perlu memiliki konsep diri yang baik dan juga memahami siapa dirinya dan apa sih, tanggung jawabnya. Kehadiran orang tua bukanlah untuk memenuhi semua keinginan anak.

Kita sebagai orang tua perlu mengajak anak untuk ikut terlibat di dalam urusan keluarga. Jelaskan pada mereka apa kewajiban dan hak mereka sebagai bagian dari keluarga.

Selain itu kita juga wajib mengajarkan pada mereka batasan-batasan di dalam rumah seperti 
  • Batasan orangtua-anak (anak tahu hingga kapan orangtua itu mengurus anak, orangtua berhak menyuruh, sedangkan anak hanya boleh meminta tolong);
  • Batasan dengan saudara (wajib saling menyayangi dan menghormati, boleh minta tolong tapi tidak boleh menyuruh, dilarang mengambil barang milik saudara tanpa izin);
  • Batasan dengan teman/orang lain (dilarang mengambil barang tanpa izin, tidak boleh masuk kamar teman seenaknya dll).

2. Beri Tantangan

Ketika sesuatu yang tidak mudah didapatkan justru bisa kita capai/miliki, tentu rasanya nikmat sekali. Sebaliknya saat sesuatu dapat diperoleh dengan sedikit atau bahkan tanpa usaha sekali, justru membuat hal tersebut disepelekan.

Sebagai orangtua, kita perlu 'mempersulit' anak untuk memperoleh yang mereka mau. Kenapa? Karena kita perlu mengenalkan pada anak konsep berjuang untuk mendapat apa yang mereka inginkan.

Berikan anak tugas-tugas rutin agar mereka merasakan lelahnya bekerja dan menghargai pentingnya kerja keras.


3. Berikan Pemahaman Terhadap Konsekuensi

Tiap jenis kemandirian memiliki konsekuensi yang berbeda. 

Konsekuensi tergantung pada jenis kemandirian. Jenis-jenis kemandirian antara lain kemandirian belajar, kemandirian finansial/ pemenuhan kebutuhan, kemandirian ibadah, kemandirian menentukan pilihan, kemandirian pertemanan, kemandirian tugas dan tanggung jawab, dsb.

Kenalkan anak mengenai kosistensi dari setiap keputusan supaya anak belajar bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

4. Ajarkan Anak Keterampilan Baru Secara Kontinyu

Setelah anak berhasil menguasai satu keterampilan, ajarkan mereka keterampilan lain sebagai bekal mereka di masa depan.

Contohnya, bila anak sudah terampil menyapu, berikutnya ajarkan anak belajar keterampilan mengepel. Semakin banyak keterampilan yang dikuasai, kepercayaan diri mereka pun semakin meningkat.

5. Latih Anak Keterampilan Problem Solving

Mengulurkan tangan untuk membantu anak menyelesaikan masalahnya memang baik, tetapi kita juga perlu melatih anak untuk memikirkan solusi permasalahan yang ia hadapi.

Caranya bisa dengan mengajak mereka diskusi opsi-opsi solusi dari permasalahan mereka tersebut.

Penutup

Mengajarkan anak tentang kemandirian sebenarnya lebih banyak porsinya ke kita sebagai orangtua daripada anak. Kenapa begitu? Karena kita lah yang perlu berlatih menahan diri untuk tidak dengan mudah membantunya saat ia mengalami kesulitan. Alih-alih, ajak ia berpikir untuk mencari solusi dari permasalahan yang ia hadapi.

Dan ya, prosesnya memang tidak mudah. Lagipula, siapa juga yang bilang kalau jadi orangtua itu mudah 😉